0813-2422-5152 jayaaspalhotmix@gmail.com

Anda pasti pernah melihat proses pengaspalan jalan raya, bukan? Ternyata ada serangkaian proses yang rumit sebelum dan sesudah pengaspalan, lho. Jadi, pekerjaan penghamparan ini ternyata sama saja rumit prosesnya seperti pengecoran beton, ada banyak sekali hal rumit yang harus dikerjakan  sesuai dengan syarat yang sudah berlaku. Jadi pembuatan jalan raya itu tidak hanya asal mengamparkan aspal saja, namun juga banyak proses lainnya yang tak boleh dilewatkan, dan melihat banyaknya jalan di Indonesia yang cepat rusak, bisa ditebak bagaimana asal mulanya, bukan? Karena asal dalam pembangunannya.

Hal itu terjadi bukan hanya karena kesalahan pengembangnya, namun juga karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai proses pembuatan jalan raya, sehingga tak ada pengawasan dari masyarakat untuk kinerja pembangunan jalan itu sendiri.

Sebagai informasi, berikut adalah tahapan pelaksanaan penghamparan aspal dan pemadatan aspal, silahkan disimak :

– Melakukan persiapan pada permukaan yang akan dilapisi aspal

Pada kasus pelapisan ulang, maka campuran aspalnya akan dihamparkan pada permukaan aspal yang sudah ada. Nah, supaya permukaan yang beda jenisnya itu bisa merekat dengan baik, dibutuhkan tack coat atau lapis perekat. Pastikan permukaan jalannya sudah bebas dari sampah atau noda.

Ada dua metode penghamparan yang bisa dilakukan, yang pertama adalah tack coat dipanaskan terlebih dahulu lalu dihamparkan tipis ke permukaan, dilanjutkan dengan penghamparan lapis aspal beton atau Laston (Asphalt Concrete/AC). Sementara itu cara yang kedua adalah tack coat tak perlu dipanaskan terlebih dahulu dan langsung dihamparkan, hanya saja memerlukan waktu hingga aspalnya mulai pecah, yakni terjadinya proses kimia dimana aspal yang hitam kecoklatan jadi hitam legam.

– Penghamparan

Biasanya dilakukan dengan menggunakan penghampar lebar 2,5 meter, sehingga tidak mengganggu lalu lintas di lajur lainnya saat dilakukan proses penghamparan. Pertama unit sepatu (screed) alat penghampar  akan dipanaskan terlebih dahulu, dan harus dioperasikan dengan kecepatan yang konstan sehingga tak akan sebabkan retak di permukaan, bentuk yang tak rata atau koyak.  Penampung alat penghampar juga tak boleh kosong supaya suhunya tidak turun. Oleh karena itu halus dilakukan persiapan yang matang dan juga pelaksanaan yang sigap dan terampil sehingga prosesnya tak tersendat dan memakan waktu lebih lama.

– Proses pemadatan

Ada tiga tahap untuk pemadatan campuran aspal, yakni

  1. Pemadatan awal (breakdown rolling)
  2. Pemadatan antara (intermediate rolling)
  3. Pemadatan akhir (finish rolling)

Dalam penggilasan awal dan akhir digunakan alat pemadat roda baja (tanpa penggetar) yang disebut sebagai double drum roller. Jadi setiap titik perkerasan aspal tersebut harus menerima minimum dua lintasan penggilasan awal sehingga hasilnya lebih padat.

Sementara itu pemadatan antara menggunakan alat pemadat roda karet alias pneumatic roller dan dilakukan sedekat mungkin di belakang pemadatan awal, lalu setelah itu lakukan pemadatan akhir menggunakan alat pemadat roda baja (tanpa menggunakan penggetar) hingga jejak bekas pemadatan roda karet itu hilang sama sekali. Perlu diketahui bahwa kecepatan dari alat pemadat ini tak boleh melewati batas maksimalnya, yaitu 4 km per jamnya.

Demikian adalah cara pemadatan aspal di jalan raya, untuk yang ingin informasi lebih lanjut mengenai aspal, campuran aspal hotmix dan berbagai hal lainnya seputar pengaspalan, bisa mengunjungi www.jayaaspalhotmix.com atau menghubungi 0813-2422-5152 untuk melakukan pemesanan hotmix kualitas terbaik untuk semua keperluan anda.

Open chat
Jaminan harga murah